AKU adalah AKU

Tuhan menyatakan dirinya kepada Musa sebagai “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 3:1-15), yang dalam terjemahan bahasa Inggris versi Amplified Bible diterjemahkan sebagai “I AM WHO I AM, AND WHAT I AM, AND I WILL BE WHAT I WILL BE” (ayat 14).

AKU adalah AKU
AKU adalah AKU

Kita harus mengenal Allah sebagai “AKU ADALAH AKU” yang memiliki pengertian:

1. Kita harus mengenal Allah sebagaimana Dia adanya.
Seringkali kita tidak dapat mengenal Allah sebagaimana Dia adanya karena kita berusaha mengenal Allah dari sudut pengalaman kita sendiri yang seringkali penuh dengan konflik batin, dengan demikian Allah selalu diperkecil di hadapan kita.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan Musa. Dia memiliki pengalaman pahit di masa lalu, di mana dia berusaha membebaskan umat Israel dari tindasan orang Mesir dengan kekuatannya sendiri dan orang Israel malah menolak dia. Musa menjadi kecewa, dan dari pengalaman itu, Allah mulai diperkecil dalam kehidupannya. Sehingga ketika pada waktunya Allah memanggil Musa untuk benar-benar membebaskan orang Israel, Musa menolaknya.

Sampai akhirnya Tuhan berkata: “AKU adalah AKU.” Tuhan ingin berkata: “Musa, jangan memandang Aku dari sudut pengalaman kegagalanmu! AKU bukan dirimu! AKU ADALAH AKU! Jangan masukkan AKU dalam kotak konflik batinmu, kenali AKU sebagaimana adanya AKU.

Lihat AKU sebagaimana adanya AKU. AKU adalah Allah, dari selamanya sampai selamanya AKU TETAP ALLAH, dan AKU ADALAH ALLAH YANG BESAR DAN DAHSYAT!”

BIARLAH ALLAH TETAP MENJADI ALLAH! DARI SELAMANYA SAMPAI SELAMANYA DIA TETAP ALLAH! DIA TETAP ALLAH YANG BESAR apa pun pengalaman kita. KEBESARAN DAN KEDAHSYATANNYA tidak dipengaruhi oleh pengalaman kita. DIA AKAN TETAP MENJADI ALLAH YANG BESAR DAN DAHSYAT!

2. Kita harus mengenal Allah sebagaimana Bapa rohani kita mengenal-NYA.
“Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun” (ayat 15).

Tuhan memperkenalkan dirinya dan Dia ingin dikenal sebagai Allah dari ayah Musa, sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Artinya Dia ingin kita mengenal-Nya sebagaimana bapa rohani kita mengenal-Nya. Kalau kita tidak mengenal Allah sebagaimana bapa rohani kita mengenal-Nya, kita akan terus memiliki kecenderungan untuk mengenal Allah dari sudut konflik batin yang ada.

Pertama-tama Allah menyatakan diri-Nya kepada Abraham; Dia memberikan janji-Nya, Dia menyertai, memberkati dan melindungi Abraham. Lalu Abraham mewariskan Allah yang dikenalnya kepada Ishak, Ishak mulai mengenal Allah sebagaimana Abraham mengenalnya.

Dan setelah Ishak dewasa, Allah itu menyatakan diri kepadanya sebagai: “Akulah Allah Abraham.. Sehingga Ishak benar-benar mengenal Allah seperti yang dikenal Abraham, dan karena Dia mengenal Allah Abraham, maka sebagaimana Allah mengikat perjanjian dengan Abraham, Allah mengikat perjanjian dengan Ishak juga.

Sebagaimana Allah menyertai Abraham, Allah menyertai Ishak juga, Sebagaimana Allah memberkati Abraham, Allah memberkati Ishak juga. Selanjutnya Ishak mewariskan Allah itu kepada Yakub, dan setelah Yakub dewasa, Allah yang sama menyatakan diri kepadanya sebagai: “Akulah Allah Abraham dan Allah Ishak” (Kej. 28:13).

Dan sekarang Allah Abraham dan Ishak menjadi Allah Yakub juga. Dan seterusnya Allah ingin dikenal sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Itulah nama-Nya untuk selama-lamanya.

Dia ingin kita mengenal Allah sebagaimana bapa rohani kita mengenalnya. Sehingga Allah bapa kita akan menjadi Allah kita.

3. Kita harus mengenal Allah sebagaimana Dia akan menjadi bagi kita.
“I WILL BE WHAT I WILL BE”
Kita tidak boleh dan tidak bisa mengenal Allah dari pengalaman masa lalu kita, bahkan kita harus mengenal Dia sebagaimana Dia akan menjadi bagi kita. Dia adalah Allah atas masa depan kita.

Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Musa sebagai Allah yang akan menjadi seperti yang Musa butuhkan, dan Allah yang akan menjadi seperti yang Musa percayai. Dan benar-benar seperti itulah Tuhan menjadi bagi Musa.

Pada waktu umat Israel ke luar dari Mesir, mereka dikejar oleh prajurit Mesir, dan di depan mereka menghadapi laut Merah. Musa butuh Tuhan menjadi penyelamat baginya, Musa butuh Tuhan menjadi Tuhan yang berperang baginya. Dan Musa percaya Tuhan akan menjadi seperti yang dia butuhkan dan percayai. Itu sebabnya Musa berkata kepada seluruh umat:

“Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (Keluaran 14:13-14).

Dan Tuhan benar-benar menjelma menjadi Penyelamat dengan membelah laut Merah, dan menjadi TUHAN yang berperang bagi umat-Nya dengan membunuh semua prajurit Mesir. TUHAN menjadi seperti yang Musa butuhkan dan percayai.

Kalau engkau mengenal Allah sebagaimana adanya dan mengenal Allah seperti yang dikenal oleh bapa rohanimu. Tuhan akan menjadi seperti yang engkau butuhkan dan Tuhan akan menjadi seperti yang engkau percayai. AKU adalah AKU. Amin!

Baca pula: Kunci Kemenangan.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*