Amanat Agung Sang Raja

Amanat Agung Tuhan Yesus selama ini hanya diterjemahkan sebagai memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan, yang ujung-ujungnya adalah untuk menambah jumlah jemaat atau mengumpulkan sebanyak-banyaknya orang di dalam gereja. Tetapi sesungguhnya Amanat Agung sang Raja memiliki makna yang jauh lebih dalam dari pada itu.

Amanat Agung Sang Raja
Amanat Agung Sang Raja

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:18-20).

Mari kita lihat apakah isi amanat agung yang sesungguhnya:

1. Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.
Tujuan amanat agung yang sebenarnya adalah mengubah bangsa-bangsa, “Menjadikan semua bangsa murid Tuhan”. Gereja ditetapkan Tuhan menjadi agen perubahan Sorga, tempat untuk mengubah pendosa menjadi murid Tuhan.

Apakah ciri-ciri murid Tuhan itu?

  • Memiliki telinga yang terbuka dan tajam untuk mendengar suara Tuhan.
  • Memiliki hati yang taat terhadap suara Tuhan (tidak memberontak).
  • Memiliki visi ke depan/destiny Ilahi yang jelas (tidak berpaling ke belakang).
  • Memiliki perkataan yang dapat membangkitkan semangat orang (mengubah orang)

“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang” (Yes. 50:4-5).

Gereja tidak dipanggil untuk mengumpulkan orang tetapi untuk mengubah orang menjadi murid Tuhan, baru mereka akan dapat dipakai Tuhan untuk mengubahkan orang lain dan akhirnya mengubah bangsa-bangsa. Gereja tidak dapat dipakai Tuhan untuk mengubah bangsa-bangsa jika jemaatnya belum menjadi “murid Tuhan”.

2. Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
Ini bukan hanya persoalan membawa orang ke dalam air dan membaptis mereka dengan formula ‘dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus’ tetapi yang Yesus maksudkan adalah membaptis mereka dalam kepenuhan ke-Allahan, sehingga seluruh kemanusiawian mereka tenggelam dalam ke-Ilahian-Nya.

Mereka tidak lagi hidup secara manusiawi, tetapi menerobos segala keterbatasan manusiawi yang ada dan hidup dalam ketidakterbatasan Ilahi-Nya.

Selama jemaat terus hidup secara manusiawi, gereja tidak dapat dipakai Tuhan untuk mengubah bangsa-bangsa, tetapi jika setiap jemaat ditenggelamkan dalam kepenuhan ke-Allah-an, gereja siap mengubah bangsa-bangsa!

3. Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.
Setelah jemaat memiliki sifat dasar (nature) seorang murid dan tidak lagi dibatasi oleh segala kemanusiawian yang ada, maka jemaat siap diajar untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan Tuhan kepada pemimpin.
Pemimpin mulai mentransfer segala beban dan kerinduan yang telah Tuhan taruh dalam hatinya untuk bisa diwujudkan oleh seluruh jemaat.

Gereja yang melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus akan membawa dampak bagi lingkungannya, kotanya, bangsanya, dan pada akhirnya bangsa-bangsa. Akan ada penyertaan Tuhan yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan Amanat Agung sang Raja ini.

DAN KETAHUILAH, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN!

Baca juga: Gereja Sebagai Representasi Kerajaan Sorga di Bumi.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*