Doa adalah Percakapan hati dengan Allah

Doa adalah Percakapan hati dengan Allah
Doa adalah Percakapan hati dengan Allah

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:5-6).

Doa adalah percakapan rahasia kita dengan Allah. Dan seringkali dari percakapan rahasia ini bermunculanlah senjata-senjata rahasia untuk membunuh para raksasa yang akan menjadi musuh kita. Semakin banyak percakapan rahasia yang kita lakukan semakin banyak perlengkapan senjata rahasia yang kita miliki untuk membunuh musuh.

Daud adalah contohnya. Dia memiliki senjata rahasia untuk membunuh Goliat karena ia melakukan banyak percakapan rahasia di tempat rahasia dengan Bapa.

“Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan” (1 Samuel 17:50).

Alkitab mencatat bahwa Daud mengalahkan Goliat tanpa pedang di tangan. Lalu memakai senjata apakah dia? Senjata rahasia Allah! Daud berkata: “ …. TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami” (1 Samuel 17:47). Itulah senjata rahasia yang dilepaskan Daud untuk membunuh Goliat.

Tiap-tiap hari masuklah ke dalam tempat rahasia Bapa dan perbanyaklah percakapan rahasia di kamar doamu. Saat keluar dari sana, engkau siap menaklukkan musuh.

“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.  Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN” (Mazmur 27:4-6).

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (Matius 6:7-8).

Doa adalah percakapan hati seorang anak dengan Bapanya. Jadi isu utamanya adalah hati, bukan kata-kata. Jika hatimu tidak dapat menjangkau hatinya, maka kata-katamu tidak akan ada artinya, betapa pun banyak dan indahnya.

Dalam berdoa, kita tidak perlu menjelaskan semua hal, karena Dia tahu segalanya. Kita juga tidak perlu memberitahu apa yang harus Dia lakukan, karena Dia selalu tahu apa yang harus Dia lakukan. Kita juga tidak perlu mengklaim Dia, karena Dia bukan agen asuransi. Kita hanya perlu mengungkapkan kedalaman isi hati kita, agar dapat memanggil kedalaman hati-Nya.

“Deep calleth unto deep …. (kedalaman memanggil kedalaman)” (Psalms 42:7a (KJV)).

Tuhan melihat dan mendengar hatimu, bukan kata-katamu!

DOA ADALAH PERCAKAPAN HATI DENGAN ALLAH, JADI FOKUSLAH PADA KESUNGGUHAN HATIMU, BUKAN BANYAKNYA KATA-KATAMU!

“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia” (2 Tawarikh 16:9a).

“Andaikata kami tidak lagi menyembah Allah, melainkan berdoa kepada ilah lain, Allah pasti akan mengetahuinya, sebab Ia menyelami rahasia hati kami” (Mazmur 44:20-21 (BIMK)).

Kita boleh menaikkan doa dengan kata-kata indah kepada Tuhan, tetapi Ia adalah Allah yang menyelidiki hati. Engkau tidak dapat menyembunyikan apa pun di hadapan-Nya, karena Ia mengetahui rahasia hatimu. Ia tahu, apakah hatimu tertuju kepada-Nya atau kepada yang lain. Ia tidak akan “tertipu” dengan keindahan kata-katamu

“Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (Matius 15:7-8).

DOA ADALAH PERCAKAPAN RAHASIA HATI, ENGKAU TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN HATIMU DI BALIK KATA-KATAMU. FOKUSLAH KEPADA HATIMU, DAN BUKAN KATA-KATAMU!

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*