Indonesia Baru

Yehezkiel 37:1-22 menggambarkan keadaan Indonesia saat ini. Indonesia seperti lembah tulang-belulang, menggambarkan masyarakat yang sudah kehilangan pengharapan. Setiap pemilu bangsa ini berharap akan munculnya pemimpin baru yang bisa mengubah nasib mereka. Mereka berharap Indonesia Baru akan muncul.

Indonesia Baru
Indonesia Baru

Pemilu demi pemilu berlalu, pemimpin demi pemimpin naik dan turun, tapi nasib rakyat jelata tak tersentuh, sampai bibir mereka rasanya kelu untuk mengucapkan sesuatu. Akhirnya mereka menjadi pesimistis dan apatis.

“Sudahlah, siapa pun partai yang menang, siapa pun yang jadi Presiden atau Menteri, nasib kita tetap sama, tidak akan berubah,” begitu keluh mereka.

Bila kita mendengar obrolan di warung kopi atau bahkan diskusi di kampus elite, nada-nada keputusasaan menyeruak menembus batas-batas pengharapan yang ada.

Tragisnya, di antara mereka yang kehilangan pengharapan atas Indonesia adalah gereja Tuhan (baca: orang kristen). Di Indonesia, orang Kristen dianggap sebagai kaum minoritas. Mereka adalah kelompok yang teraniaya, terpinggirkan, dan jauh dari dipedulikan oleh pemerintah.

Banyak gereja telah dibakar, diresolusi, didemo, dilarang untuk beribadah dan dipersulit untuk membangun gedung ibadah. Gereja menjadi pesimistis dan apatis. Mereka seperti hidup di dalam kubur. Gereja merasa seperti orang asing di tanahnya sendiri. Tetapi Firman Tuhan berkata:

“Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, …. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN” (Yeh. 37:12-14).

Gereja akan dibangkitkan oleh Tuhan dan akan tinggal di tanahnya, Indonesia. Umat Tuhan yang sudah kehilangan pengharapan, dan menjadi seperti tulang-tulang kering yang terhampar di lembah keputusasaan akan dibangkitkan dan dibentuk Tuhan menjadi sepasukan tentara yang besar yang akan dapat membawa perubahan bagi bangsa ini.

“….kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. …, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, …. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar” (Yeh. 37:7-8, 10).

Indonesia baru akan turun dari Sorga. Lembah keputus-asaan akan berubah menjadi sungai pengharapan. Bangsa yang terpecah-belah akan kembali kepada Bhinneka Tunggal Ika.

“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku mengambil papan Yusuf — yang dalam tangan Efraim — beserta suku-suku Israel yang bersekutu dengan dia dan menggabungkannya dengan papan Yehuda dan Aku akan menjadikan mereka satu papan, sehingga mereka menjadi satu dalam tangan-Ku” (Yeh. 37:19).

Suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia akan disatukan oleh Tuhan. Mereka akan menjadi satu dalam tangan Tuhan. Orang tidak lagi akan memandang orang lain sebagai suku Sunda, Batak, Dayak, Madura, dan lain-lain. Tetapi kita akan saling memandang sebagai orang Indonesia, INDONESIA BARU!

Baca juga: Doa yang Melahirkan Sejarah Baru.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*