Jika Roh Tuhan Terus Berkuasa Atas Kita

Melalui pelayanan Samuel Roh Tuhan tercurah atas Daud (1 Samuel 16:13-14), dan Alkitab mencatat: ”Sejak saat itu dan seterusnya Roh Tuhan terus berkuasa atas Daud” (ayat 13), tetapi dalam ayat 14 kita mendapati Saul mengalami kebalikannya. Apa yang terjadi jika Roh Tuhan terus berkuasa atas kita? Perhatikan baik-baik tokoh ini.

Sementara Roh Tuhan berkuasa atas Daud, Roh Tuhan telah undur dari Saul. Saul menerima curahan Roh Tuhan melalui pelayanan Samuel juga, tapi sementara Daud dapat terus menjagai Roh Tuhan berkuasa atas hidupnya, Saul tidak. Itu sebabnya Roh Tuhan undur dari Saul.

Jika Roh Tuhan Terus Berkuasa Atas Kita
Jika Roh Tuhan Terus Berkuasa Atas Kita

Saat kita menerima curahan Roh melalui pelayanan seorang hamba Tuhan, kita harus menjagai agar Roh Tuhan yang sudah tercurah terus berkuasa atas hidup kita. Inilah dampak yang bisa kita nikmati jika Roh Tuhan terus berkuasa atas kita:

1. Kita akan dikenal sebagai orang yang disertai Tuhan (1 Sam. 16:17-18).
Saat Raja Saul mencari orang yang pandai main kecapi untuk menghibur kegalauan hatinya karena diganggu roh jahat, hamba-hambanya mengusulkan nama Daud, dan inilah pendapat mereka tentang Daud: “Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

Perhatikan, setelah serentetan pendapat tentang Daud, mereka menambahkan predikat ini: dan TUHAN menyertai dia. Inilah predikat yang kita butuhkan untuk selalu ada dalam hidup kita.

Kita boleh tidak punya gelar dan predikat yang lain asal punya predikat yang satu ini. Tapi untuk memiliki predikat sebagai orang yang disertai Tuhan, kita harus memastikan Roh Tuhan terus berkuasa atas kita.

2. Kita akan selalu berhasil dalam apa pun yang kita kerjakan (1 Sam. 18:5, 12-14, 30)
Ke mana pun Daud pergi berperang dia selalu berhasil dalam perjalanannya, bahkan saat Saul mengharapkan dia mati dalam pertempuran. Banyak orang beralasan atas ketidakberhasilannya: “Bossnya sentimen padaku; teman-temannya ga enak; ini bukan bidangku!” Tapi jika kita bisa memastikan Roh Tuhan terus berkuasa atas kita, kita bisa berhasil dalam apa pun yang kita kerjakan.

Daud adalah seorang gembala, menjadi prajurit bukanlah bidangnya, tapi saat dibutuhkan jadi prajurit dia berhasil juga. Daud berkata, “Kemenangan tidak ditentukan oleh pedang, tombak atau lembing, tapi oleh Tuhan. Tuhanlah yang memberikan kemenangan!”

3. Kita akan menjadi semakin kuat dan tak terkalahkan (2 Sam. 3:1).
Orang yang terus disertai Roh Tuhan akan menjadi semakin kuat, sementara orang yang sudah ditinggalkan oleh Roh Tuhan akan menjadi semakin lemah.

Jika kita dapat memastikan Roh Tuhan terus berkuasa atas kita, maka kita akan terus naik dalam segala area hidup kita. Kita akan menjadi kian lama kian kuat dan tak terkalahkan karena musuh kita menjadi kian lama kian lemah.

4. Kita akan selalu mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan dalam situasi sesulit apa pun (I Sam. 19:9-12).
Karena iri dan takut tersaingi oleh Daud, Saul jadi begitu ingin membunuh Daud. Sejak saat itu Daud menjadi seorang buronan raja. Dia lari ke padang gurun dan tinggal dari satu gua ke gua yang lainnya, berusaha menghindar dari kejaran Saul. Tidak mudah menjadi seorang buronan raja, apa lagi Daud tidak sendirian, ada ratusan orang yang mengikuti dia.

Tapi dalam situasi sesulit itu, Daud tetap menikmati perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, karena Roh Tuhan terus berkuasa atasnya. Ada-ada saja yang Tuhan lakukan untuk melindungi dan memelihara kehidupan Daud dan semua pengikutnya.

Jika kita memasuki “padang gurun” karena ketaatan dan tuntunan Roh dalam hidup kita, Tuhan bertanggung jawab melindungi dan memelihara hidup kita.

Dengan cara yang Ilahi Dia akan terus menjagai dan menyediakan segala yang kita butuhkan sampai kita mencapai garis akhir yang Dia tetapkan.

5. Orang-orang yang kita butuhkan untuk menggenapi destiny Ilahi akan dikirim Tuhan bagi kita (1 Sam. 22:1-2; 1 Taw. 12:22).
Destiny Ilahi bagi Daud adalah menjadi raja atas seluruh Israel dan menegakkan Kerajaan Allah di sana. Ini tidak bisa dikerjakan sendirian, dia butuh orang-orang untuk menggenapi destiny yang Tuhan tetapkan baginya. Tanpa Daud minta, Tuhan kirimkan orang-orang yang dia butuhkan, saat ada di gua Adulam Tuhan kirim 400 orang.

Pada awalnya, mungkin mereka adalah orang-orang bermasalah, dalam kesukaran, dikejar-kejar tukang piutang (1 Sam. 22:1-2), tetapi setelah dibentuk oleh tangan Daud, mereka menjadi tentara Allah yang besar (1 Taw. 12:22), yang di kemudian hari membantu Daud menjadi Raja atas seluruh Israel.

Itulah dampak yang akan kita nikmati jika Roh Tuhan terus berkuasa atas kita.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*