Kekristenan yang Sejati

Seringkali kita berpikir bahwa kekristenan berbicara tentang apa yang kita lakukan bagi Tuhan. Itulah sebabnya kita terus sibuk mencari apa yang bisa kita lakukan bagi Dia, kita menyibukkan diri untuk bekerja bagi Dia dan terlibat dengan berbagai kegiatan yang kita sebut dengan ‘pelayanan’.

Kekristenan yang Sejati
Kekristenan yang Sejati

Bahkan banyak orang memasuki sebuah gereja dan menjadi jemaat di tempat itu dengan alasan karena di situ mereka mendapatkan pelayanan, “kalau tidak terlibat pelayanan tidak enak rasanya.” Begitu kata mereka. Dan para gembala pun bisa memberikan ‘iming-iming’ jabatan pelayanan untuk menarik orang menjadi jemaatnya.

Apakah semua ini benar? Yesus berkata, jika kita ingin menguji sesuatu itu benar atau salah kita harus melihat buahnya. Jika kita melihat apa yang terjadi yang menunjukkan buah dari konsep kekristenan ini, kalau saja kita mau berpikir dengan akal sehat, maka kita akan segera tahu bahwa konsep kekristenan seperti ini salah dan tidak berasal dari Tuhan.

Lalu berasal dari manakah konsep kekristenan ini? Konsep kekristenan seperti ini berasal dari agama. Masalahnya adalah, kebanyakan orang Kristen menganggap bahwa kekristenan itu agama, makanya kita menyebutnya dengan istilah: “agama Kristen”. Tidak heran banyak konsep kekristenan yang kita miliki berakar dari konsep agama.

Lalu apakah kekristenan yang sejati itu? Apa bedanya dengan agama? Agama berasal dari dua kata, yaitu: a dan gama, a artinya tidak dan gama artinya kacau. Jadi agama adalah usaha manusia supaya hidupnya tidak kacau. Tidak heran mereka terus berusaha ‘melakukan sesuatu’ untuk Tuhan, agar hidup mereka tidak semakin kacau.

Lalu apakah kekristenan yang sejati? Kekristenan yang sejati bukanlah tentang apa yang kita lakukan bagi Tuhan, tetapi tentang apa yang Tuhan lakukan bagi kita, di dalam kita, dan melalui kita. Jika konsep kekristenan kita seperti ini, focus kita tidak lagi pada kesibukan dan pelayanan ‘bagi Tuhan’, tetapi fokus kita adalah:

1. Kita akan mencari tahu apa yang telah Tuhan kerjakan bagi kita, lalu hidup di dalamnya.
Menurut Efesus 1:3-14, inilah yang telah Tuhan Yesus Kristus kerjakan bagi kita:

  1. Dia telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam Sorga (ayat 3).
  2. Dia telah memilih kita, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (ayat 4).
  3. Dia telah menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya (ayat 5).
  4. Oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa (ayat 7).
  5. Dia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya (ayat 9).
  6. Dia telah memeteraikan kita dengan Roh Kudus-Nya dan Roh Kudus menjadi jaminan sampai kita memperoleh seluruh bagian kita di dalam Dia (ayat 13-14).

Bisakah anda bayangkan jika setiap kita sebagai orang Kristen hidup di dalam 6 hal yang telah Tuhan kerjakan ini? Kita akan menjadi orang-orang berkemenangan yang tak terkalahkan oleh apa pun!

2. Kita akan mengijinkan Anugerah-Nya bekerja di dalam kita.
Semua anugerah yang telah Dia kerjakan dan karuniakan kepada kita harus terus bekerja di dalam kita sehingga akan semakin membesar dan menguasai kita. Jika kita terus mengerjakan anugerah itu di dalam kita maka anugerah-Nya tidak akan sia-sia.

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (I Kor. 15:10).

3. Dengan sendirinya Tuhan akan bekerja melalui kita.
Setelah Tuhan bekerja di dalam kita, maka dengan sendirinya Tuhan akan bekerja melalui kita. Anugerah-Nya yang telah bekerja di dalam kita akan mengalir melalui kita. Pada titik inilah kita akan mulai dipakai Tuhan untuk mengalirkan kehidupan-Nya kepada orang lain, kita menjadi seperti yang Dia rencanakan, seperti yang Dia firmankan. Kita mulai menghasilkan buah yang mempermuliakan Bapa di Sorga.

Ingatlah selalu: Kekristenan yang sejati bukanlah tentang apa yang kita lakukan bagi Tuhan, tetapi tentang apa yang Tuhan lakukan bagi kita, di dalam kita, dan melalui kita.

Baca juga: Pola Pikir Kain.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*