Memahami Keadilan Allah 2

Seringkali kita merasa Tuhan tidak adil karena konsep keadilan kita berbeda dengan konsep keadilan Allah. Tapi ketika kita menyelaraskan konsep pikir kita dengan konsep keadilan Allah dan memahami keadilan Allah, maka tidak akan ada lagi rasa tidak adil dan konflik batin dalam hidup kita yang mencurigai bahwa Allah tidak adil.

Memahami Keadilan Allah
Memahami Keadilan Allah

Ada dua prinsip tentang keadilan: Keadilan tidak sama dengan penyamarataan dan keadilan adalah hak prerogatif Tuhan yang berhubungan dengan kedaulatan-Nya (Lihat Memahami Keadilan Allah 1)

Kalau keadilan adalah hak prerogatifnya Tuhan dan semua ada dalam kedaulatan-Nya, apakah artinya kita tidak perlu melakukan apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa? Tidak juga, ketika Ia melaksanakan hak prerogratifnya, tetap ada koridor-koridor dalam pikiran-Nya.

Sama halnya, presiden memiliki hak prerogatif untuk memilih siapa yang ingin diangkatnya menjadi menteri, tapi ia memiliki kriteria-kriteria tertentu untuk memberikan jabatan menteri kepada seseorang.

Ketika Tuhan ingin memakai kedaulatan-Nya untuk menyatakan keadilan-Nya kepada seseorang (atau bangsa), ada kriteria-kriteria yang Ia pakai untuk memberikan keadilan-Nya. Kepada siapa saja Tuhan akan memberikan keadilan-Nya?

1. Kepada orang yang mengalami ketidakadilan.
Ketidakadilan: Penderitaan yang dialami bukan karena kesalahan sendiri dan di luar kuasanya untuk menolak. Jika penderitaan itu disebabkan karena kesalahan kita sendiri, maka itu bukan ketidakadilan. Artinya, Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya kepada orang-orang yang lemah dan tidak berdaya yang tidak mampu menolak penderitaan itu dan bukan karena kesalahan mereka sendiri.

Contohnya: orang-orang yang miskin karena keturunan (Mzm. 140:13), orang-orang yang diperas dan tidak berdaya menolak tindakan jahat itu (Mzm 103:6), orang lemah, anak yatim, dan berkekurangan (Mzm 82:1-5). Orang-orang ini tidak mengerti apa-apa tapi mengalami penderitaan karena kesalahan orang lain.

2. Kepada orang yang dekat dengan-Nya (Mzm. 91:14).
Tuhan akan melindungi dan meluputkan orang-orang yang dekat dengan-Nya. Kedekatan akan mempengaruhi tindakan kita. Kita pasti akan lebih kasihan dengan orang yang dekat dengan kita daripada orang yang tidak dekat dengan kita. Demikian pula, orang-orang yang dekat dengan Tuhan akan diperlakukan secara berbeda dibandingkan orang-orang yang tidak dekat dengan Dia.

Secara umum, orang-orang mungkin juga mengalami keadilan Tuhan, tapi mereka harus menunggu lama. Tapi orang-orang khusus, yang dekat dengan-Nya dan mengenal Dia tidak harus menunggu lama untuk menerima keadilan Tuhan. Semakin kita melekat dengan Dia, semakin kita akan mengalami keadilan-Nya.

3. Kepada orang yang mempercayai Dia sepenuhnya (Mzm. 26:1).
Daud berdoa supaya Tuhan memberikan keadilan kepadanya karena ia telah mempercayai Tuhan dengan tidak ragu-ragu. Ia mengenal isi hati Tuhan, dan dia tahu kalau ia mempercayai Dia sepenuhnya, maka Ia akan dengan cepat memberikan keadilan-Nya. Kita hanya bisa mempercayai orang yang kita kenal.

Semakin kita mengenal seseorang, semakin kita bisa memercayai dia sepenuhnya. Jadi semakin kita mengenal Tuhan, kita akan semakin mempercayai Dia. Itu sebabnya kita harus terus membangun pengenalan akan Tuhan sehingga kita akan semakin mempercayai Dia.

4. Kepada orang yang tulus (Mzm. 26:1).
Daud percaya, bagi orang-orang yang hidup dalam ketulusan, Tuhan akan memberikan keadilan-Nya. Kita tidak bisa mempercayai Tuhan sepenuhnya jika kita tidak mengenal Dia. Kita tidak bisa hidup dalam ketulusan jika kita tidak mempercayai Dia sepenuhnya. Daud tetap mengampuni dan tidak berbuat jahat kepada Saul walaupun Saul ingin membunuhnya (I Sam. 24:10-16).

Daud bisa hidup dengan ketulusan karena ia mempercayai Tuhan sepenuhnya. Ia percaya bahwa Tuhan akan mengangkat dia sebagai raja dengan cara dan waktu-Nya. Ketika kita terus hidup dalam ketulusan, maka Tuhan akan menunjukkan keadilan-Nya kepada kita. Semua tahun-tahun yang hilang akan ditebus oleh Tuhan dan digantikan dengan tahun-tahun penuh kebahagiaan.

5. Kepada orang yang berintegritas.
Salah satu tokoh Alkitab yang paling berintegritas adalah Yusuf. Yusuf mengalami penderitaan bukan karena kesalahannya sendiri tapi karena saudara-saudaranya. Ia dijual menjadi budak di Mesir. Dia ada di tengah-tengah perbudakan pada usia muda dan hidup menderita, tapi ia mempunyai integritas. Itu sebabnya Tuhan memberikan keadilan-Nya kepada dia.

Tuhan membuat apa saja yang diperbuatnya berhasil dan akhirnya mengangkat dia menjadi penguasa di Mesir di bawah Firaun. Itu semua terjadi karena Tuhan menunjukkan keadilannya (Kej. 39-41).

Kita harus terus menjaga integritas kita sehingga Tuhan akan menunjukkan keadilan-Nya kepada kita dan mempromosi kita. Hal-hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin ketika Tuhan menunjukkan keadilan-Nya kepada kita.

Dengan mengetahui kepada siapa saja Tuhan akan memberikan keadilan-Nya, memahami keadilan Allah akan lebih mudah sehingga kita dapat menjadi orang-orang yang mengalami keadilan-Nya.

Baca juga: Memahami Keadilan Allah 1.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*