Penyaliban Daging

Tidak ada kemuliaan tanpa salib dan tidak ada kebangkitan tanpa kematian (Lukas 23:33-49). Setiap orang yang mau mengalami kebangkitan/terobosan harus mengalami kematian dan setiap orang yang mau mengalami kemuliaan harus melalui penyaliban daging.

Penyaliban Daging
Penyaliban Daging

Orang yang tidak mengalami penyaliban dan kematian daging akan menjadi orang Kristen yang biasa-biasa. Tetapi orang yang mengalami penyaliban dan kematian daging akan menjadi orang Kristen yang bangkit dan memuliakan Tuhan melalui hidupnya.

Anda ingin menjadi orang Kristen yang luar biasa? Ingin dipakai Tuhan untuk memanifestasikan kemuliaan-Nya? Tidak ada jalan lain, anda harus melalui jalan salib! Tetapi ingat! Salib bukan tujuan akhir! Tujuan salib adalah kematian daging.

Jadi saat anda mengalami salib, pastikan anda mati dari seluruh kedagingan. Jika tidak begitu, pengalaman salib anda tidak berguna. Karena ada banyak orang Kristen yang sudah mengalami salib bertahun-tahun tetapi tidak mati juga, dan karenanya tidak mengalami kebangkitan juga.

Hanya orang yang mati yang akan mengalami kebangkitan. Saat anda disalib pastikan anda berkata seperti Yesus berkata, ”Ya Bapa, ke dalam tanganMU Kuserahkan nyawaKu.” Jangan mempertahankan nyawamu, karena siapa yang mempertahankan nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa yang rela kehilangan nyawanya, justru akan mendapatkannya.

Dalam teks kita hari ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal penyaliban daging:

1. Penyaliban daging kita alami bukan karena perbuatan salah atau karakter buruk kita.
Yesus disalib bukan karena kesalahan atau karakter buruknya. Pengalaman buruk yang kita alami karena kesalahan atau karakter buruk kita tidak dapat dikategorikan sebagai pengalaman salib. Itu adalah konsekuensi dari kesalahan kita.

Jika anda hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan dan tidak melakukan kesalahan atau kebodohan atau kejahatan, tiba-tiba anda mengalami sesuatu yang buruk dan tidak enak, itulah pengalaman salib. Pengalaman salib didisain Tuhan untuk kita mengalami kematian daging supaya kita juga mengalami kebangkitan dan terobosan besar selanjutnya.

2. Saat mengalami penyaliban daging kita akan mengalami atau merasa menjadi tontonan atau ejekan orang banyak (ayat 35-39).
Saat disalib Yesus menjadi tontonan umum. Para pemimpin mengejek Dia, prajurit-prajurit mengolok-olok, dan penjahat yang tersalib di sampingnya menghujat Dia. Seperti itulah keadaannya saat kita mengalami salib.

Kadang-kadang orang di sekitar kita tidak melakukan itu, tapi kita tetap merasa itu terjadi dalam hidup kita, sehingga kita konflik sendirian di dalam batin. Saat itu kita merasa sendiri dan tidak ada yang mendukung dan membela kita. Bapa di Sorga pun seperti diam saja.

3. Saat mengalami penyaliban daging kita akan mengalami atau merasa seolah-olah kegelapan meliputi seluruh area hidup kita (ayat 44).
Saat penyaliban akan terasa semakin berat bila kita terus mempertahankan nyawa dan tidak menyerahkannya. Semua terasa serba salah dan serba bingung, sehingga kita merasa kegelapan meliputi seluruh area hidup kita.

Kita tidak bisa melihat Allah dan kehilangan jalan di depan kita. Tuhan seperti menjauh dari hidup kita. Kita tidak tahu apa yang harus dilakukan selain meratap dan berharap agar semua ini cepat berlalu.

4. Saat mengalami penyaliban daging adalah saat yang tepat untuk kita menyerahkan nyawa ke dalam tangan Bapa, bukan mempertahankannya, atau malah mempertanyakan dan meragukan pekerjaan Bapa (ayat 46).
Respon yang kita munculkan saat mengalami penyaliban daging sangat menentukan kapan hal itu selesai dan apa hasil akhirnya.

Selama disalib Yesus memunculkan respon yang Ilahi. Dia mengampuni orang-orang yang menyebabkan semua itu terjadi. Dia juga mengampuni orang-orang yang mengolok-olok Dia. Dia tidak bersungut-sungut dan tidak mencurigai Bapa-Nya. Dalam seluruh penderitaan-Nya yang sangat berat itu, hanya sekali Dia bertanya, ”Bapa-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” tapi selanjutnya Dia berkata, ”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”

Mau mengalami terobosan/kebangkitan? Mau menerima kemuliaan? Penyaliban daging adalah satu-satunya jalan.

Baca juga: Diberkati Tuhan Dalam Segala Hal.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*