Pola Ilahi Dalam Dunia Kerja

Pola Ilahi Dalam Dunia Kerja
Pola Ilahi Dalam Dunia Kerja

Saat Tuhan menempatkan kita dalam dunia kerja, kejadiannya sama seperti ketika Tuhan memberikan tanah Kanaan kepada orang Israel (Keluaran 34:10-24). Kita akan merebut dunia kerja dari tangan para ‘raksasa’ yang selama ini telah bercokol dan berkuasa di sana, tetapi Tuhan berjanji akan menghalau mereka dari hadapan kita dan seiring berjalannya waktu Tuhan akan memperluas wilayah teritorial kita.

Tetapi ada beberapa peringatan yang perlu kita perhatikan dengan seksama, dan ini harus menjadi pagar yang tidak boleh ditabrak. Ini harus menjadi pola Ilahi yang diikuti secara detail dan akurat.

Inilah pola ilahi dalam dunia kerja yang Tuhan berikan:

1. Jangan terjebak untuk menyembah ‘allah mereka’ (ayat 13-17).
Saat kita berinteraksi dengan mereka yang ada dalam dunia kerja, berhati-hatilah, jangan terjebak untuk menyembah apa yang mereka sembah! Mungkin mereka tidak menyembah patung, tetapi ada berhala modern yang mereka sembah. Berhati-hatilah! Jangan menyembah apa yang mereka sembah Ini:

a. Uang
Jangan pernah menjadikan uang segala-segalanya, biarlah Tuhan tetap menjadi segalanya dalam hidup kita. Jangan bergantung kepada uang dalam bekerja dan berbisnis, tetaplah bergantung kepada Tuhan!

Apa yang paling menguasai hati dan pikiranmu? Pastikan itu Tuhan dan bukan uang!

b. Pekerjaan
Mereka menjadikan pekerjaan sebagai Tuhan mereka, itu sebabnya mereka diperbudak oleh pekerjaan. Jangan menyembah pekerjaan, jangan takut kehilangan pekerjaan! karena pekerjaan diberikan oleh Tuhan. Apa yang paling memenuhi hati dan pikiranmu? Pastikan itu Tuhan dan bukan pekerjaan!

c. Langganan
Seringkali langganan juga menjadi Tuhan kita. Kita begitu takut kehilangan langganan sehingga kita begitu melayani dan menuruti semua keinginan mereka. Jangan menyembah langganan!
Siapa yang paling engkau layani dan taati? Pastikan itu Tuhan dan bukan langganan!

d. Kesenangan
Dunia ini mengejar dan memuja kesenangan. Siapa yang paling engkau kejar dan puja? Pastikan itu Tuhan dan bukan kesenangan!

2. Jangan lupa dari mana engkau berasal (ayat 18).
Tuhan suruh mereka merayakan hari raya roti tak beragi untuk mengingat bagaimana Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan Mesir.

Tuhan ingin mereka ingat bahwa mereka dahulu budak, tetapi karena pekerjaan Tuhan melalui Musa, mereka dibebaskan. Jangan lupa pekerjaan dan kebaikan Tuhan! Jangan lupa dari mana engkau berasal!

3. Jangan menjadi serakah atau materialistis (ayat 19-20).
Jangan menghadap kepada Tuhan dengan tangan hampa! Tuhan ingin kita belajar memberi, itu sebabnya ada banyak jenis persembahan yang dilakukan oleh orang Israel.

Mengapa harus memberi? Karena dengan memberi kita mematikan roh keserakahan dalam diri kita. Agar kita tidak terikat kepada uang. Kita tidak menjadi serakah dan materialistis

4. Jagai keseimbangan hidup dan tubuhmu (ayat 21-22).
Kita harus memelihara hari perhentian, artinya kita menjagai keseimbangan hidup dan tubuh kita.

Ada waktu untuk bekerja, ada waktu beristirahat, ada waktu untuk merayakan hasil pekerjaan, dsb. Kita harus mengatur waktu kita sedemikian rupa agar keseimbangan hidup dan tubuh kita tetap terjaga.

5. Jagai prioritas hidupmu (ayat 23-24).
Kita harus menghadap ke hadirat Tuhan secara teratur dan disiplin. Tuhan tidak mau kita diberkati dan kita melupakan Tuhan. Kita harus terus menjagai prioritas hidup kita. Prioritas yang benar:

1. Tuhan dan penggenapan rencana-Nya
2. Keluarga
3. Pekerjaan/pelayanan

Jika kita mengikuti pola Ilahi dalam dunia kerja ini dengan akurat, maka Tuhan akan memperluas wilayah teritorial kita supaya kita bisa makin berdampak bagi dunia kerja.

Baca juga: Pola Ilahi Untuk Gereja Rasuli.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*