I Yohanes 3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.
Sebetulnya, roh itu sendiri tidak mudah tercemar. Roh bisa tercemar kalau hatinya tercemar. Hati adalah pintu masuk dan keluarnya roh. Jika hati tertutup, Tuhan pun tidak bisa masuk ke dalam atau keluar dari roh kita. Jadi keberadaan roh banyak ditentukan oleh keberadaan hati. Itu sebabnya jika hati kita tercemar, maka roh kita pun tercemar. Jika hati kita murni maka roh kita pun murni. Hati terdiri dari pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani. Misalnya, pikiran Anda najis, maka ketika roh keluar, karena kenajisan pikiran Anda, ia tercemar. Atau ketika emosi Anda tidak bersih, maka ketika roh keluar, roh pun tidak bersih. Atau karena tekad Anda tidak tepat, maka ketika roh Anda keluar, akan menjadi tidak tepat juga. Ini seperti air yang sangat murni dari sumbernya, tapi ketika mengalir keluar melalui lapisan tanah yang mengandung belerang, senyawa belerang terlarut ke dalamnya dan akhirnya yang keluar adalah air belerang. Jadi, pencemaran roh terjadi ketika roh itu keluar melewati manusianya.
Jika ingin memiliki roh yang murni, maka hati kita harus murni. Pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani kita harus murni. Bila pikiran kita aneh, roh kita pasti jadi aneh juga. Jika kita tidak dapat mengendalikan emosi kita, maka ketika roh bergerak, roh kita pun menjadi tidak stabil, tidak terkendali. Jika tekad kita sangat keras dan kaku, ketika roh kita keluar, pasti keras dan kaku juga. Jika hati nurani bercela, roh kita pun akan bercela. Jadi cita rasa yang kita rasakan dari roh seseorang, sebetulnya adalah cita rasa dari keberadaan hatinya, manusianya.
Ketika seseorang sedang berkata atau bertindak, maka rohnya keluar. Keluarnya roh harus melalui hati, yaitu hati nurani, pikiran, emosi, dan tekadnya. Maka tak terhindar, meskipun rohnya murni, namun ketika keluar akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan hatinya. Sebagaimana keberadaan hatinya, begitulah keberadaan rohnya ketika keluar. Yang kita rasakan adalah rohnya, karena itu kita bisa berkata, orang itu rohnya keras atau lembut, rohnya rumit atau bijak, rohnya sombong, rohnya penuh amarah dan kepahitan, dsb. Itu semua adalah cita rasa manusianya, keberadaan hati nurani, pikiran, emosi, dan tekadnya.
Jika hati tidak murni, maka hati nurani pasti bercela. Begitu hati nurani bercela, roh kita akan bocor total, dan roh yang bocor tidak mungkin berdoa. Karena itu untuk memiliki roh doa, yang terutama manusia kita harus murni. Jika manusia kita murni, roh pasti murni, hati nurani pun tak bercela. Hati nurani yang tak bercela, akan menguatkan roh kita untuk menjadi orang yang berdoa.
Doa: O Tuhan Yesus, murnikanlah segenap manusia kami ya Tuhan, sehingga roh kami pun menjadi murni dan hati nurani kami tidak bercela, sehingga kami bisa berdoa. Amin!