Wahyu 20:1-3 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
Dalam alam semesta ini ada satu peperangan yang sangat hebat, yaitu peperangan antara Allah dengan musuh-Nya, yaitu Iblis. Kita bisa menyebut Alkitab sebagai kitab hayat, tetapi juga bisa menyebutnya sebagai kitab peperangan. Dalam seluruh Alkitab terdapat satu garis yaitu garis peperangan. Dimulai dengan Iblis yang melakukan pemberontakan, kemudian Allah keluar untuk menanggulangi pemberontakan itu. Sejak saat itu, dimulailah peperangan dalam alam semesta sampai saat ini.
Hari ini, para politikus dunia, para ahli militer sedang mempelajari bagaimana bisa menyingkirkan peperangan dan mendatangkan perdamaian. Mereka tidak memahami bahwa segala perkara di bumi ini, bertumpu pada peperangan antara Iblis dengan Allah. Kapan perdamaian di tengah-tengah umat manusia bisa terwujud? Harus menunggu sampai tiba waktunya musuh Allah ini dibelenggu, dibuang ke dalam lubang tak berdasar. Pada hari itu, di langit dan di bumi tidak ada lagi peperangan antara Iblis dengan Allah, dan bersamaan dengan itu peperangan di antara umat manusia juga akan berakhir sepenuhnya.
Karena itu kita harus memiliki doa peperangan. Di satu aspek untuk mendatangkan Kerajaan Allah, di aspek lain untuk mengusir musuh Allah. Doa, di satu aspek menyatakan bahwa manusia berdiri di pihak Allah, di pihak lain menyatakan bahwa manusia berdiri menentang musuh Allah.
Doa: O Tuhan Yesus, ajarlah kami berdoa untuk mendatangkan Kerajaan-Mu dan sekaligus menyingkirkan musuh-Mu. Amin!