Wahyu 3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
Setelah memiliki kedudukan naik ke sorga, dan memiliki kuasa naik ke sorga, juga bisa mengeluarkan doa yang berkuasa, kita adalah orang yang duduk di atas takhta bersama Tuhan. Sebagaimana Tuhan memerintah di atas takhta, kita pun akan memerintah bersama dengan Dia dalam alam kenaikan ke sorga. Pada saat itu, doa kita bukan hanya doa yang berkuasa, tetapi juga doa yang memerintah. Doa kita adalah melaksanakan kekuasaan dan perintah Allah. Seluruh doa kita menjadi pemerintahan Allah, pelaksanaan pengaturan Allah. Mungkin ini terdengar terlalu tinggi, tetapi saya percaya, jika kita mau sungguh-sungguh belajar, kita bisa menjamah doa yang seperti itu.
Sekali lagi, berdoa hanya memiliki satu kedudukan, yaitu kedudukan naik ke sorga. Begitu keluar dari alam sorgawi, kita tidak lagi memiliki kedudukan doa. Kita bisa tetap berdoa, tetapi doa itu tidak terhitung. Berdoa bukan hanya soal menanggulangi perkara, lebih daripada itu menanggulangi kedudukan. Kita harus berada di alam sorgawi, tidak boleh ada perkara-perkara bumiah yang menjamah kita, baru kita bisa mengeluarkan doa yang berkuasa, baru bisa mengeluarkan doa yang memerintah dari atas takhta.
Doa: O Tuhan Yesus, kami mau terus berada di alam sorgawi, tidak mau terjamah dengan perkara-perkara bumiah, sehingga kami bisa menaikkan doa yang berkuasa, dan yang memerintah dari atas takhta. Amin!