PENDOA ADALAH ORANG YANG HIDUP DI DALAM ALLAH DAN SELALU MEMILIKI PERSEKUTUAN DENGAN-NYA

Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Hidup di hadapan Tuhan memang baik, tapi itu tidak cukup. Kita juga harus belajar hidup di dalam Tuhan. Jika kita hanya hidup di hadapan Tuhan, ada kemungkinan kita dengan Tuhan masih terpisah. Tuhan tetap Tuhan, dan kita tetap kita. Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa keberhasilan suatu doa ditentukan oleh apakah kita hidup di dalam Tuhan atau tidak. Kita tidak hanya “berdoa di hadapan Tuhan”, lebih dari itu “berdoa di dalam Tuhan”. Hidup dan berdoa di dalam Tuhan menunjukkan bahwa kita bersatu dengan-Nya.

Jika tinggal di dalam Tuhan, artinya kita selalu hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Persekutuan rohani adalah aliran dalam roh – Roh Allah dan roh kita saling mengalir, saling bersekutu. Setiap kali berdoa, baik dengan bersuara atau tidak, kita akan merasakan Roh Allah bergerak di dalam kita. Memang kita yang berdoa, tetapi yang bergerak di dalam kita adalah Roh Allah. Roh kita bersatu dengan Roh Allah.

Kita pernah mengatakan bahwa masalah seringkali memaksa kita untuk berdoa, namun di sini saya ingin menegaskan, jika kita menunggu masalah datang baru terdorong untuk berdoa, maka kita bukanlah pendoa. Seorang pendoa yang normal tidak menunggu masalah datang untuk berdoa, melainkan setiap hari ia belajar tinggal di dalam Tuhan dan senantiasa memiliki persekutuan dengan Tuhan. Ia memiliki roh doa di dalam dirinya. Di dalam roh, Roh Kudus akan terus mendorong dan menggerakkan dirinya untuk berdoa senantiasa.

Doa: O Tuhan Yesus, kami mau hidup di dalam Engkau dan memiliki persekutuan dengan Engkau. Biarlah roh doa selalu ada dalam hidup kami, sehingga kami tidak lagi menunggu masalah datang baru berdoa, melainkan setiap saat kami ada dalam persekutuan yang indah dengan Engkau. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*