Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Ayub 1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”
Dalam Efesus dijelaskan bahwa musuh Allah, yaitu kuasa kegelapan berkedudukan di udara atau di angkasa. Namun, kitab Ayub juga menunjukkan kepada kita bahwa ruang lingkup pergerakan atau pekerjaan musuh Allah adalah di bumi. Iblis menduduki angkasa sebagai tempat kedudukannya, dan dari situ ia mengendalikan bumi sebagai ruang lingkup pergerakannya. Itulah sebabnya Tuhan mengajar kita untuk berdoa agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya jadi, di bumi seperti di sorga.
Di satu pihak, bisa dikatakan bahwa segala sesuatu berada di bawah kekuasaan Allah. Namun di pihak lain, jika kita melihat keadaan sekeliling, tidak ada orang yang memperhatikan kehendak Allah (bahkan orang Kristen), tidak ada yang memperhatikan wewenang Allah, semuanya telah diduduki oleh Iblis. Allah berada di sorga (langit tingkat ketiga), Iblis berada di angkasa (langit tingkat kedua), dan manusia berada di bumi (di bawah langit tingkat pertama). Seluruh bumi telah berada di bawah kendali angkasa, dan manusia berada di bawah pengendalian Iblis.
Iblis menduduki angkasa dan mengendalikan bumi, jika ditambah lagi dengan alam maut di bawah bumi, maka tiga dari empat tempat di alam semesta ini berada di bawah tangan Iblis. Hanya tersisa satu tempat bagi Allah, yaitu sorga. Inilah kedudukan Iblis.
Doa: O Tuhan Yesus, Iblis menguasai angkasa, bumi, dan alam maut di bawah bumi. Itu sebabnya untuk bisa mengalahkan Iblis, kami harus berdoa dengan kedudukan di sorga, dalam alam sorgawi. Ajarlah kami untuk terus menjagai kedudukan kami di sorga ya Tuhan, agar doa kami berkuasa menghancurkan Iblis. Amin!