Matius 5:44-48 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, …. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Dalam hal doa, perkara pertama yang harus dibereskan adalah masalah kedudukan. Jika masih berada di bumi, kita tidak bisa berdoa, karena di bumi tidak ada kedudukan untuk berdoa. Penyebab mengapa doa kita tidak didengar Allah adalah karena kita telah kehilangan kedudukan doa. Mungkin kita masih ada sedikit marah, sedikit rasa tidak terima, masih bergumul untuk diri sendiri, mohon Allah memberikan keadilan, berusaha menjelaskan kepada Allah, semuanya itu menyatakan bahwa kita telah keluar dari alam sorgawi.
Perjanjian Baru mengatakan bahwa anak-anak Allah hanya boleh memberkati, tidak boleh mengutuk. Ketika orang lain mempersulit kita, atau menganiaya kita, tapi kita masih bisa memberikan berkat kepada orang tersebut, itu membuktikan bahwa kita masih berada dalam alam sorgawi. Orang yang hidup dalam alam sorgawi pasti bisa mengasihi musuhnya. Orang Kristen yang bisa membenci musuh, dan yang ketika dianiaya bisa mengucapkan kata-kata kutukan, pasti adalah orang Kristen yang bumiah.
Kedudukan doa mutlak adalah kedudukan sorgawi. Sedikit pun kita tidak boleh memiliki rasa iri hati, meremehkan, atau memendam amarah. Jika kita berdoa dalam keadaan seperti itu, kita tidak sedang membakar ukupan di ruang Kudus. Mungkin kita sedang membakar ukupan di pinggir jalan, mutlak di bumi, mutlak di dunia. Jarang ada satu hal yang menuntut kita melebihi doa. Kita orang macam apa, bagaimana keadaan kita, di mana kita berada, semuanya tidak terlihat jelas dalam perkara lain. Namun, di dalam doa, semua akan terlihat jelas. Apakah kita sedang berada dalam alam sorgawi atau bumiah, semuanya akan terlihat jelas.
Doa: O Tuhan Yesus, biarlah semua yang bumiah terusir keluar dari diri kami, sehingga kami bisa berdoa dalam alam sorgawi. Amin!