Roma 5:18-19, “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.“
1 Korintus 15:45, “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.“
Banyak orang bertanya-tanya, “Mengapa satu orang yang berbuat dosa, semua manusia menjadi berdosa dan menanggung akibatnya? Ini tidak adil!” Jawabannya adalah: Karena Allah tidak menciptakan banyak manusia atau beberapa manusia, melainkan hanya satu manusia, yaitu Adam. Dan satu manusia yang diciptakan itu adalah manusia korporat, karena itu diberi nama Adam. Adam artinya manusia. Jadi sebelum Kristus, manusia hanya satu, yaitu Adam. Semua manusia setelah Adam ada di dalam Adam dan dilahirkan dari benih Adam, karena itu dinamakan manusia atau Adam. Artinya semua manusia adalah perluasan atau perbesaran Adam, termasuk Hawa. Jadi Adam adalah manusia korporat. Itu sebabnya ketika Adam jatuh ke dalam dosa, maka semua manusia ikut berdosa. Mustahil jika Adam berdosa, tapi perbesaran atau perluasan Adam tidak berdosa.
Setelah Kristus datang, maka di hadapan Allah, hanya ada dua manusia, yaitu Adam dan Kristus. Perhatikan Alkitab mencatat dengan sangat tepat, bahwa Adam adalah manusia pertama, dan Kristus, sebagai Roh pemberi hayat, adalah Adam terakhir (Bukan Adam kedua). Artinya, setelah Kristus tidak ada manusia lagi. Sebagaimana Adam yang pertama adalah manusia korporat, maka Adam yang terakhir pun adalah manusia korporat. Sebelum Kristus, semua manusia ada di dalam Adam. Namun setelah Kristus, semua yang percaya dan menerima Kristus, dipindahkan dari dalam Adam ke dalam Kristus, itu sebabnya disebut manusia baru. Manusia baru adalah perbesaran atau perluasan Kristus. Jadi manusia lama ada di dalam Adam, dan manusia baru ada di dalam Kristus. Manusia lama adalah perluasan Adam, dan manusia baru adalah perluasan Kristus.
Manusia pertama telah berbuat dosa, maka semua manusia dihitung telah berbuat dosa pula. Kristus, manusia terakhir telah menerima hukuman karena dosa manusia, maka semua orang yang percaya kepada-Nya dihitung telah menerima hukuman pula, karenanya tidak perlu lagi dihukum. Itulah keadilan Allah!
Doa: Bapa, terima kasih karena ketika kami percaya, Engkau telah memindahkan kami dari dalam Adam ke dalam Kristus, dari dalam maut ke dalam hidup. Amin!