DOA DAN KERAJAAN ALLAH

Matius 6:9-10 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

6:13b …. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Doa yang diajarkan Tuhan Yesus ini adalah berkenaan dengan Kerajaan Allah yang akan dikembangkan di bumi, yang tidak bisa dibatasi oleh apapun dan siapapun. Kerajaan Allah adalah lingkungan pemerintahan Allah. Doa yang sejati adalah doa untuk Kerajaan Allah. Kita boleh berdoa untuk banyak hal, tetapi jika tujuan akhirnya bukan untuk Kerajaan Allah, doa-doa itu tidak ada nilainya di hadapan Allah. Memang dalam “doa Bapa kami” ini ada yang menanggulangi masalah dosa dan kebutuhan, tetapi jika kita perhatikan kepala dan ekornya, awal dan akhirnya adalah mutlak untuk Kerajaan Allah. Di awal doa dikatakan, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Dan di akhir doa dikatakan, “Karena Engkauah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Jadi, doa ini mutlak untuk Kerajaan.

Semua perkara pemenuhan kebutuhan, pengampunan akan kesalahan, dan penjauhan dari pencobaan, semua didoakan dalam konteks mencapai tujuan Kerajaan. Mengapa Tuhan harus memenuhi kebutuhan kita, mengampuni kesalahan kita, dan menjauhkan kita dari pencobaan? Supaya kita bisa mendatangkan Kerajaan-Nya! Perkara pemenuhan kebutuhan, dosa dan kesalahan, serta pencobaan seringkali menghalangi kita untuk mendatangkan Kerajaan. Itu sebabnya ketika mengajarkan tentang bagaimana berdoa, Tuhan Yesus menyisipkan ketiga hal itu. Tuhan akan menjawab doa orang-orang yang hidup demi Kerajaan, bukan demi diri sendiri.

Doa: O Tuhan Yesus, pakailah doa-doa kami untuk mendatangkan Kerajaan-Mu di bumi ini, bukan melulu untuk memenuhi kebutuhan kami. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*