Kolose 3:1-2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Kedudukan doa adalah kedudukan naik ke sorga. Kita hanya bisa berdoa di alam sorgawi. Begitu keluar dari alam sorgawi, kita segera kehilangan kedudukan doa. Kita boleh saja tetap berdoa, tetapi doa itu tidak terhitung.
Pada masa perang dunia I, Jerman bermusuhan dengan Inggris. Orang Kristen di Jerman berdoa memohon kepada Allah agar Jerman menang, sementara orang Kristen di Inggris berdoa memohon supaya Inggris yang menang. Numpang tanya, kira-kira Allah akan mendengar doa yang mana, orang Kristen di Jerman atau orang Kristen di Inggris?
Ketahuilah, Allah tidak mendengar doa keduanya, karena mereka tidak memiliki kedudukan doa. Jerman bukanlah kedudukan doa, Inggris pun bukan kedudukan doa. Orang yang berdoa di atas kedudukan negara Inggris atau negara Jerman, selamanya tidak akan didengar oleh Allah. Doa hanya memiliki satu kedudukan, yaitu kedudukan naik ke sorga. Kita harus berdoa dalam alam sorgawi.
Contoh lain: Ada sepasang suami isteri yang sering bertengkar. Meskipun mereka telah berolah selamat, tetapi tabiatnya tidak bisa harmonis. Suatu hari, sang suami berdoa mohon Tuhan menanggulangi sang isteri, dan sang isteri juga berdoa mohon Tuhan menanggulangi sang suami. Mau tanya: Allah mendengar doa yang mana? Doa suami atau isteri? Keduanya tidak didengar oleh Allah! karena mereka tidak memiliki kedudukan naik ke sorga, malah dari sorga jatuh ke bumi, bahkan jatuh ke bawah bumi. Ketika bertengkar, mereka telah kehilangan kedudukan doa, yaitu kedudukan naik ke sorga. Karena itu Allah tidak bisa mendengar doa mereka.
Doa: O Tuhan Yesus, tolong kami untuk mempertahankan kedudukan naik ke sorga bersama Engkau, agar kami bisa berdoa. Amin!