KEDUDUKAN NAIK KE SORGA

Efesus 2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.

Dalam perlambangan Perjanjian Lama, ruang Kudus atau ruang Mahakudus selalu mengacu kepada sorga atau alam sorgawi, sementara pelataran mengacu kepada bumi atau alam bumiah. Mezbah bakaran berada di pelataran luar, ini menunjukkan bahwa salib digenapkan di bumi. Mezbah ukupan berada di ruang Kudus, ini menunjukkan bahwa kedudukan doa haruslah di dalam alam sorgawi.

Kebangkitan adalah perkara hayat, sedang naik ke sorga adalah perkara kedudukan. Setiap kali menyinggung tentang kebangkitan, kita harus memahami bahwa itu adalah perkara hayat. Dan setiap kali menyinggung tentang naik ke sorga, kita harus memahami bahwa itu adalah perkara kedudukan. Efesus 2 mengatakan bahwa semua orang yang beroleh selamat telah dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, juga telah naik ke sorga bersama dengan Kristus. Dibangkitkan berarti mendapatkan hayat dan hidup di dalam hayat. Naik ke sorga berarti mendapatkan satu kedudukan sorgawi.

Kata “sorga” di situ, dalam bahasa Yunaninya bukanlah kata benda, melainkan kata sifat. Artinya keadaan yang sorgawi, suasana sorgawi, substansi (unsur) sorgawi. Ditinjau dari segi alamat, kita jelas tidak ada di sorga. Tapi ditinjau dari segi keadaan, suasana, atau karakteristik, kita benar-benar berada di sorga. Di dalam Kristus yang telah bangkit dan naik ke sorga, kita telah mencapai substansi (unsur) sorgawi, atau keadaan sorgawi. Inilah keadan kita. Setiap orang yang berdoa harus memahami bahwa berdoa haruslah di dalam kedudukan naik ke sorga, atau di dalam atmosfir sorgawi, di dalam suasana sorgawi. Baru doanya bisa sampai ke sorga.

Doa: O Tuhan Yesus, kami menerima Engkau sebagai hayat dan hidup di dalam hayat sehingga kami dapat mencapai alam sorgawi. Di titik inilah kami akan berdoa dan doa kami akan sampai kepada Bapa di Sorga. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*