PERSEKUTUAN

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Sesuatu yang berlainan sifat tak dapat saling bersekutu. Itu sebabnya, jika ingin menyembah Allah dan bersekutu dengan Allah, kita harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran karena Allah itu Roh. Kebenaran adalah Kristus, (Yoh. 14:6), dan Kristus ada dalam roh kita. Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran artinya kita menyembah Allah di dalam Kristus yang ada dalam roh kita. Saat menyembah dalam roh maka otomatis kita menyembah dalam kebenaran. Saat menyembah dalam jiwa atau dalam tubuh (tidak dalam roh) maka otomatis kita menyembah dalam ketidak-benaran atau dapat dikatakan kita menyembah dalam kesalahan atau menyembah dalam kepalsuan.

Orang yang belum dilahirkan kembali tidak mungkin menyembah dan bersekutu dengan Allah secara riil, karena rohnya masih mati, belum dihidupkan. Orang yang telah dilahirkan kembali pun tak dapat memiliki penyembahan dan persekutuan yang riil dengan Allah, jika mereka menyembah-Nya dalam jiwa, dan bukan dalam roh. Mungkin mereka memiliki pemikiran yang indah dan emosi yang kaya tentang Allah, namun mereka tak akan dapat memasuki realitas rohani dan persekutuan pribadi dengan Allah. Persekutuan kita dengan Allah terjadi di lubuk batin kita yang terdalam, yaitu dalam intuisi roh. Ini lebih dalam daripada pikiran, perasaan, dan opini kita.

Dulu ketika bersekutu dan menyembah Allah, saya harus menyanyikan lagu-lagu rohani yang menyentuh perasaan sambil bermain gitar, lalu bermazmur dengan nada-nada “melow” yang menusuk perasaan sampai saya menangis dan mencucurkan air mata. Kalau sudah bercucuran air mata, hati rasanya plong dan beban terangkat. Saya pikir itu adalah hadirat Allah yang menjamah hati saya. Lalu muncul pelbagai pikiran dan angan-angan tentang Allah, dan saya merasa telah “mendengar suara Allah”. Tapi sebetulnya semua itu hanya terjadi dalam alam jiwa yang tidak bersifat intuitif.

Dulu, saya pikir saya telah mengenal Allah, sampai sesuatu terjadi, dan semua pengenalan akan Allah yang “telah saya bangun” selama ini runtuh semua. Lalu Roh Kudus menyingkapkan semua “ketidak-benaran” yang ada, dan saya mengenal Allah secara baru, yaitu mengenal Allah secara intuitif, mengenail Allah secara rohani dan bukan jiwani.

Doa: O Tuhan Yesus, tolong kami untuk menyembah dan bersekutu dengan Engkau dalam roh dan kebenaran, bukan dalam jiwa dan kepalsuan. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*