
“Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’” (Yohanes 3:3).
Apakah Anda pernah melihat pertunjukan topeng monyet? Itu adalah monyet yang dilatih dan dididik untuk menjadi manusia. Ia dilatih untuk melakukan apa yang biasa dilakukan oleh manusia, seperti: naik sepeda, pergi ke pasar, main bola, dlsb. Tapi sepandai apa pun orang melatihnya, monyet tetap monyet dan tidak akan pernah bisa menjalani kehidupan sebagai manusia.
Seekor monyet tidak bisa mengambil bagian dalam kerajaan manusia dan hidup dengan kehidupan manusia, dengan melalui pelatihan, pendidikan, perbaikan, atau peraturan, kecuali ia memiliki hayat manusia.
Demikian pula, manusia tidak mungkin mengambil bagian dalam Kerajaan Allah dan hidup dengan kehidupan Ilahi, dengan melalui pengajaran, pelatihan, atau peraturan yang ketat sekali pun, kecuali ia menerima hayat Allah.
Itu sebabnya, satu-satunya pintu utk masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah melalui kelahiran kembali, karena melalui kelahiran kembali inilah kita menerima hayat Allah. Hanya orang-orang yang telah menerima hayat Allah yang bisa mengambil bagian dalam Kerajaan Allah dan hidup dengan kehidupan Allah.
Pintu masuk ke dalam kerajaan Allah adalah melalui kelahiran kembali, karena melaluinya kita menerima penebusan dosa dan hayat Allah, yang memampukan kita untuk mengambil bagian dalam kerajaan Allah.
Baca juga: Kelahiran Kedua