SASARAN DOA PEPERANGAN ADALAH IBLIS, BUKAN MANUSIA

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Setiap orang yang berdoa haruslah berada di alam sorgawi, menjamah takhta Allah, dan mencurahkan doa dari sorga. Ketika berada di alam sorgawi, kita malampaui bumi, melampaui angkasa, melampaui kuasa kegelapan. Saat ini, semua doa yang kita panjatkan adalah doa peperangan. Setelah memahami hal ini, maka semua sasaran doa kita akan beralih dari diri manusia kepada diri Iblis. Saat menghadapi orang yang belum diselamatkan, kita akan berdoa, “Ya Allah, bukan ia tidak mau bertobat, tetapi setan menduduki dirinya. Mohon Engkau mengusir setan yang ada dalam dirinya.”

Terhadap suami-isteri yang bertengkar, kita juga akan melihat bahwa di balik itu semua, terdapat kuasa kegelapan yang sedang mencengkeram. Sasaran doa kita tidak lagi akan tertuju kepada sang suami atau isteri, melainkan tertuju kepada kuasa kegelapan yang mencengkeram mereka. Kita akan mengusir kuasa kegelapan itu dari diri mereka dan mendatangkan Kerajaan Allah atas diri mereka.

Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), melainkan melawan roh-roh jahat di angkasa. Semua kesulitan dalam keluarga tidak terletak pada suami, isteri, atau anak-anak, melainkan pada Iblis. Kesulitan dalam gereja juga tidak ada pada jemaat, pengerja, atau pemimpin, melainkan pada Iblis. Sasaran doa peperangan kita bukanlah pada manusia, melainkan pada roh-roh jahat di angkasa. Begitu kita berada di alam sorgawi, kita bisa menaikkan doa peperangan yang berkuasa. Doa peperangan ini adalah untuk mengusir Iblis dan mendatangkan Kerajaan Allah.

Doa: O Tuhan Yesus, Lepaskanlah orang-orang berdosa dari cengkeraman Iblis sehingga mereka terbebaskan untuk menerima Engkau dan diselamatkan. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*