SUPLAI HAYAT

Lukas 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Berapa banyak suplai hayat yang kita terima menentukan berapa banyak bobot doa kita. Orang yang memiliki suplai hayat mungkin tidak berdoa dengan semua suplai hayatnya, tetapi orang yang tidak memiliki suplai hayat tidak mungkin dapat berdoa. Dengan kata lain, suplai hayat selalu melampaui doa, dan doa tidak pernah melampaui suplai hayat. Setelah ada suplai hayat, baru ada doa, tidak ada suplai hayat, tidak ada doa.

Banyak orang menganggap bahwa berkhotbah itu sangat sulit dan berdoa itu sangat mudah. Jika menaikkan doa yang bersandiwara mungkin mudah, tetapi sangat tidak mudah untuk menaikkan doa yang berbeban, sejati, dan dapat menjamah takhta. Doa adalah perkara penderitaan. Tidak pernah ada orang yang begitu menderita sampai berpeluh darah. Namun, di Taman Getsemani, ada seorang yang berdoa hingga berpeluh darah. Yesus tidak pernah berkhotbah sampai berpeluh darah, dan saya juga tidak pernah melihat orang berkhotbah sampai berpeluh darah.

Doa dapat menyuplaikan hayat, tetapi juga bisa menghabiskan hayat. Jika doa tidak menyuplaikan hayat, doa itu adalah doa yang bermasalah. Di sisi lain, jika doa tidak menghabiskan hayat, doa ini juga bermasalah. Hanya doa-doa sandiwara yang tidak menghabiskan hayat. Setelah berdoa selama satu jam, kita perlu memenuhi diri kita kembali dengan sejumlah besar hayat. Kita bisa menerima suplai hayat melalui renungan MYT, menyeru nama Tuhan, mendoabacakan firman, dan bersekutu dengan saudara seiman.

Doa adalah pekerjaan rohani yang paling tinggi dan yang berlangsung paling lama, karena itu doa benar-benar menghabiskan hayat. Kita tidak seharusnya bekerja secara berlebihan, seprinsip dengan itu kita tidak seharusnya berdoa secara berlebihan. Artinya doa kita tidak boleh melampaui suplai hayat. Setiap hari kita harus memiliki waktu yang cukup untuk menghampiri Tuhan guna menerima suplai hayat-Nya, tanpa memikul beban doa apa pun.

Doa: O Tuhan Yesus, kami menerima suplai hayat-Mu pagi ini, suplaikan hayat-Mu secara limpah ke dalam jiwa kami sehingga jiwa kami dipenuhi dengan hayat-Mu. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*