I Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Pekerjaan terang hayat di dalam kita selalu dimulai pada sisi negatif. Terang itu menyinari dan menyoroti kita, bukan hanya di permukaan, tetapi menembus sampai kedalaman diri kita yang paling dalam. Seakan-akan terang itu mampu membelah bagian-bagian batin kita. Terang ini bukan hanya menyingkapkan tindakan dan sikap kita, tetapi juga menjamah sampai kepada motivasi, maksud, kedalaman roh kita, dan sumber yang ada dalam diri kita. Terang ini dapat menunjukkan apakah roh kita tenang, luwes, atau sebaliknya. Walaupun kita mungkin tidak salah, tidak cemar, atau tidak berdosa secara luaran, tetapi kita mungkin tetap tidak tenang atau luwes di batin. Begitu terang hayat menyorot, hal-hal seperti itu akan tersingkap.
Setiap orang yang mau belajar berdoa harus dengan hebat menerima sorotan, dan harus dengan hebat menanggulangi dirinya di bawah terang itu. Pengalaman memberi tahu kita bahwa terang hayat ini akan menyoroti kita sedemikian rupa sampai kita merasa dalam alam semesta ini tidak ada tempat persembunyian bagi kita, entah itu di bumi, di langit, atau mengunci diri di kamar, atau dibuang di jalan. Kita menyadari bahwa seluruh diri kita adalah suatu problema. Maksud, motivasi, tujuan, roh di dalam kita, sumber batiniah kita, semuanya akan disingkapkan oleh terang.
Saat inilah kita tahu, bahwa satu-satunya tempat pelarian kita adalah darah yang dicurahkan di atas salib. Kita baru benar-benar mengetahui dan mengalami betapa berharganya darah Yesus bagi kita. Setelah itu, barulah kita mengetahui apa artinya tidak memiliki sesuatu untuk dibanggakan atau disombongkan.
Doa: O Tuhan Yesus, biarlah kami diterangi sampai kami tahu bahwa seluruh diri kami adalah suatu problema. Dengan demikian kami akan berlari kepada darah yang telah Engkau curahkan di atas salib, dan menyadari betapa berharganya darah itu bagi kami. Amin!