Mazmur 36:10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
Doa bukanlah tentang berapa banyak jawaban yang kita terima atau berapa besar iman yang kita miliki, melainkan tentang berapa banyak kita hidup dalam sorotan terang hayat. Banyak orang memuji George Muller sebagai manusia iman. Ia mendirikan panti asuhan dan menerima jawaban doa sebanyak 1.500.000 kali seumur hidupnya. Namun, jika kita membaca catatan hariannya, kita akan lebih terkesan dengan fakta bahwa ia sepenuhnya hidup dalam sorotan terang Allah daripada terkesan dengan imannya.
Setiap kali datang ke hadapan Allah, ia diuji dengan ketat oleh Allah. Ketika Allah menguji dan menyoroti, ia mengucapkan doa-doa di bawah sorotan terang itu. Dengan sendirinya ia sangat mudah memiliki iman dan mudah pula doa-doanya dijawab oleh Allah. Karena itu, dalam doa, iman bukanlah hal yang paling penting. Hal pertama yang harus dipelajari adalah digarap oleh sorotan terang hayat. Kita harus membiarkannya menyingkapkan kita sampai tidak ada satu bagian pun dalam diri kita yang masih tersembunyi.
Semua orang yang pandai berdoa adalah orang yang rebah di hadapan Allah karena disoroti oleh terang hayat. Di hadapan manusia kita mungkin sombong dan tidak mau rebah, tetapi di hadapan Allah, kita pasti rebah. Ini bukan hanya ditaklukkan oleh Allah secara luaran, atau ditundukkan oleh pendisiplinan Allah melalui lingkungan, melainkan sorotan batiniahlah yang merebahkan kita. Terkadang, pendisiplinan Allah melalui lingkungan tidak dapat merebahkan kita, sorotan teranglah yang membuat kita rebah.
Sorotan terang ini menyoroti kita sedemikian rupa sehingga kita merasa tidak ada tempat persembunyian lagi bagi kita, tidak ada tempat lagi untuk menaruh diri kita. Akhirnya, kita akan menemukan bahwa sandaran satu-satunya adalah darah Yesus. Kita hanya dapat bersembunyi di bawah tudungan darah Yesus. Demikianlah kita baru mampu berdoa.
Doa: O Tuhan Yesus, soroti seluruh hidup kami dengan terang hayat sampai tidak ada tempat bersembunyi lagi bagi kami selain dalam tudungan darah-Mu. Sehingga kami memahami betapa mustikanya darah-Mu bagi kami. Amin!