Menyeberang Mengambil Alih Kembali Dunia ini Bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Waktu hari sudah petang Yesus mengajak murid-murid untuk menyeberang. “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang” (Markus 4:35-41). Saya percaya panggilan ini juga ditujukan kepada kita sekarang, karena hari sudah petang, sudah semakin gelap. Kejahatan dan kemerosotan terjadi di mana-mana, baik di luar maupun di dalam gereja. Dengan mengajak kita bertolak ke seberang, Tuhan ingin menyelamatkan kita dari kegelapan dunia ini untuk kemudian bisa menyeberang mengambil alih kembali dunia ini bagi kemuliaan nama Tuhan.

Menyeberang Mengambil Alih Kembali Dunia ini Bagi Kemuliaan Nama Tuhan
Menyeberang Mengambil Alih Kembali Dunia ini Bagi Kemuliaan Nama Tuhan

Menyeberang artinya bergerak dari sisi yang satu kepada sisi yang lain, bergerak maju dari level yang satu kepada level yang berikutnya. Jadi saat hari semakin gelap kita perlu naik ke level yang baru, di mana kita dipersiapkan, diperlengkapi, untuk kemudian bisa dipakai untuk mengambil alih semua milik Tuhan yang telah diserahkan kepada kita yang selama ini telah dicuri dan dikuasai oleh kerajaan iblis dan kerajaan dunia ini.

Apa yang harus kita lakukan untuk bisa naik ke level berikutnya?

1. Tinggalkan kerumunan orang banyak (ayat 36).
Kalau kita mau naik ke level berikutnya, kita harus meninggalkan kerumunan orang banyak yang biasa bersama kita. Kita harus rela meninggalkan komunitas yang lama, karena setiap level memiliki komunitas yang berbeda. Komunitas kota berbeda dengan komunitas desa, komunitas daratan berbeda dengan komunitas di pegunungan.

Setiap level komunitasnya berbeda. Anda tidak bisa naik ke level berikutnya dan tetap mempertahankan komunitas yang lama, kecuali seluruh komunitas yang ada mau pindah bersama-sama. Banyak orang sudah beranjak untuk naik level tapi ditarik mundur kembali oleh komunitasnya yang tidak mau berubah, sehingga pada akhirnya mereka gagal untuk menyeberang ke level berikutnya. Tinggalkan kerumunan orang banyak dan mulailah menyeberang!

Untuk menyeberang ke level berikutnya, kita juga harus berani menjadi orang yang berbeda. Mungkin awalnya anda akan dianggap orang aneh oleh kerumunan orang banyak, tapi itu hanya menunjukkan bahwa anda berada di level yang berbeda dengan mereka. Anda tidak bisa naik ke level berikutnya dan ingin tetap memuaskan semua orang. Anda harus rela meninggalkan kerumunan orang banyak.

2. Masuk ke dalam perahu (ayat 36).
Untuk menyeberang ke level berikutnya, anda harus masuk ke dalam perahu di mana Yesus ada. Jangan asal masuk perahu, pastikan anda masuk ke dalam perahu di mana Yesus ada di dalamnya. Karena perahu di mana Yesus ada di dalamnya akan melindungi anda saat badai besar melanda. Anda tidak akan pernah sampai di seberang jika anda berlayar dengan perahu di mana Yesus tidak ada di dalamnya.

Perahu di mana Yesus tidak ada di dalamnya hanya akan berputar-putar di situ-situ saja dan tidak akan pernah membawa anda sampai di seberang. Tapi perahu di mana Yesus ada di dalamnya akan benar-benar membawa anda sampai di seberang. Walaupun dalam perjalanan ada badai menghadang, tapi dia tetap bergerak maju sampai di seberang. Badai tidak akan dapat menghentikan perahu ini untuk sampai ke seberang.

Jangan berada dalam perahu yang tanpa Yesus di dalamnya. Jangan juga berada dalam perahu yang sedang karam, karena hanya masalah waktu perahu itu akan tenggelam. Jangan juga berada dalam perahu yang tambal-sulam, karena cepat atau lambat akan terjadi kebocoran.

Tidak peduli berapa besar perahu itu, jika ada kebocoran akan tenggelam juga. Masalahnya bukan berapa besar perahu tersebut, tetapi adakah Yesus di dalamnya? Apakah perahu tersebut sedang bergerak maju atau hanya berputar-putar di situ-situ saja dan begitu-begitu saja?

Jika anda ingin menyeberang ke level berikutnya masuklah ke dalam perahu di mana Yesus ada di dalamnya. Masuklah ke dalam perahu yang sedang bergerak ke seberang, bukan berputar-putar di tempat.

3. Tetap tenang walau badai menerpa (ayat 37-38).
Saat kita memutuskan untuk menyeberang ke level berikutnya, iblis pasti tidak senang dan berusaha menghalangi anda untuk sampai ke level berikutnya. Akan ada badai yang menerpa hidup anda. Tapi jika anda berada dalam perahu di mana Yesus ada, tetaplah tenang, karena ada jaminan badai pasti berlalu.

Badai yang ada tidak akan membawa pengaruh buruk bagi hidup anda, tetapi justru akan mendatangkan kebaikan yang akan mendorong anda untuk terus bergerak maju ke level berikutnya. Bila badai menerpa, tetaplah tenang, jangan panik, jangan takut. Selama Yesus ada di sana badai pasti berlalu!

Saat badai melanda, seringkali kita merasa Tuhan diam saja. Dia seperti tidak peduli dan tidak mau menolong. Sebetulnya Dia sedang melatih otot-otot iman kita, itu sebabnya Dia membiarkan kita menghadapi badai sendirian. Agar kita belajar menggunakan iman kita, agar kita belajar percaya.

Di akhir cerita, kita akan mendapati otot-otot iman kita telah bertambah besar dan kuat, sehingga jika kita menghadapi badai kali berikutnya, kita akan lebih kuat menghadapinya dan dapat menaklukkannya.

4. Belajar mengenali kuasa Tuhan yang mengatasi segalanya (ayat 39-41).
Dalam perjalanan menyeberang ke level berikutnya, seringkali Tuhan akan membiarkan kita berhadapan dengan pelbagai masalah dan persoalan, tapi di balik itu semua, Tuhan akan menyatakan keberadaan dan kuasa-Nya agar kita bisa lebih mengenal keberadaan dan kuasa-Nya.

Kita harus belajar mengenali dan mempercayai kuasa Tuhan yang mengatasi segalanya:
– Kuasa Tuhan mengatasi alam (Mrk. 4:35-41).
– Kuasa Tuhan mengatasi iblis dan antek-anteknya (Mrk. 5:1-20).
– Kuasa Tuhan mengatasi sakit-penyakit (Mrk. 5:21-34).
– Kuasa Tuhan mengatasi maut (Mrk. 5:35-43).

Mari kita menyeberang mengambil alih kembali dunia ini bagi kemuliaan nama Tuhan. Jika anda melakukan semuanya ini, anda akan sampai di seberang dan anda siap mengambil alih apa yang selama ini dikuasai oleh musuh.

Baca juga: Iman Konvensional Versus Iman Agresif.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*